Wednesday, January 15, 2020

Catatan Pilkada: Mencari Harapan Baru (3)


Pemilihan Gubernur Sumatera Barat itu laksana "Mencari Harapan" baru. Mencari harapan pengganti harapan yang sebelumnya diberikan kepada Irwan Prayitno. Harapan yang harusnya lebih besar dari apa yang diharapkan dan telah diberikan Irwan Prayitno.

Pada Pemilihan Gubernur tahun 2010, Irwan Prayitno bersama pasangannya lebih dipercaya masyarakat untuk bisa memberikan harapan dibandingkan 4 kandidat lainnya. 650 ribu atau 33% pemilih mempercayai Irwan Prayitno mampu memberikan dan akan memenuhi harapan.
Lima tahun kemudian, Irwan Prayitno kembali memenangi   suara rakyat, 1,2 juta atau 57% suara menjatuhkan pilihan kepadanya. Secara prosentase Irwan Prayitno memang belum mampu menjadi atau memenuhi harapan mayoritas (2/3) rakyatnya jika indikator nya hasil pilkada.

Seharusnya jika memang dianggap berhasil maka pada  pilkada periode keduanya para petahana itu mampu merebut mayoritas (2/3) suara pemilih. Keberhasilan mendapatkan dukungan dua per tiga rakyat bahkan lebih adalah bukti bahwa petahana itu masih menjadi harapan.

Hal itu telah dibuktikan banyak Petahana seperti Jokowi di Solo (91%), Tri Rismaharini di Surabaya (86%), Abdulah Azwar Anas di Banyuwangi (89%), Nurdin Abdullah di Bantaeng (80%), Samanhudi Azwar di Blitar (93%) dan lainnya.

Berkaca dari hal itu maka  mengukur para petahana (Bupati/Walikota) yang ingin naik kelas menjadi Gubernur, bisa kita lihat rekam jejaknya. Mereka yang rata-rata adalah  Bupati/Walikota yang sudah menjabat di periode kedua bisa dilihat "lakek tangan"nya. Apa yang telah mereka perbuat selama jadi Bupati/Walikota? Bagaimana pelayanan pendidikan dan pelayanan kesehatan di daerahnya?