Saturday, October 13, 2012

Beberapa Catatan Pendek


Podo Wae!

Dulu, BK pernah diwawancarai Si-En-En di kampong halaman, dan BK pernah keluarkan pernyataan “ bahwa untuk tahu politik tidak harus baca Koran atau nonton televise karena kedua media massa itu tak lepas dari intervensi penguasa saat itu. Namun satu hal yang jelas, hidup ini bagai roda… berputar dan berputar… ada kalanya di atas, kemudian di bawah dan kembali lagi ke atas”.
Jadi saat ini adalah pengulangan dari sejarah masa silam… begitu juga dengan Orde Baru. Kemarin, esok dan suatu saat nanti juga akan muncul lagi orde seperti orde yang kemarin telah tumbang.
… Saat ini harga beras Rp.4.000/kg… masyarakat berteriak, Mahaaal!!
Memang begitulah nasib rakyat kita, selalu susah! Dari dudlu hingga kini, dari zaman kompeni, zaman Bung Karno, Zaman Pak Harto, Era Habibie… sampai zaman beribu tahun mendatang. Tahun 1955 walau harga beras “Cuma” Rp.2/kg tetap saja rakyat tidak mampu membelinya.
Jadi yang terpenting bukan menurunkan harga, tetapi adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat, meningkatkan daya beli. Walau harga beras diturunkan sampai Rp.cepek/kg… kalau memang rakyat tidak punya duit… ya tetap saja mahal namanya!

Air Bersih, Medan-Sumut, 12 September 1998


Wiranto

Ada satu kecemasan dalam diri BK saat ini melihat gelagat bahwa Mahasiswa kembali berunjuk rasa menuntut Habibie mundur. Kalau hal ini terus terjadi dan Mahasiswa benar-benar bersikeras meminta Habibie turun maka yang akan naik adalah Wiranto.
Jadi baiknya menurut BK adalah tunggu saja sampai Pemilu!.
Air Bersih, Medan-Sumut, 13 September 1998


I Don’t Belived

Salah masalah mendasar yang ditanggung pemerintahan Habibie adalah rakyat tidak percaya lagi pada Pemerintah. Semua ini adalah akibat Rezim ORBA yang terlalu banyak mengumbar janji tetapi tidak pernah ditepati.
Pada saat ini rakyat sudah jenuh mendengar janji. Bahkan mendengar Siaran Pers Pemerintah kita merasa kesal… tidak percaya. Padahal mungkin saja apa yang dikatakan itu benar, tetapi kita terlanjur sudah trauma. Bahkan kita saat ini cenderung jadi mudah curiga.
Kadang niat baik atau rencana itu memang perlu dipublikasikan tetapi itulah… rakyat sudah tidak percaya lagi omongan pemerintah. Andi M. Ghalib mengatakan akan mengusut tuntas harta Pak Harto… tetapi mana buktinya dan kapan lagi?
… malah sekarang timbul lagi rasa curiga.
Jangan-jangan Pemilu bukan tahun depan tetapi 3 atau 5 tahun lagi…!

Air Bersih, Medan-Sumut, 15 September 1998


 Megawati

Anda ingat tokoh Megaloman?
Anda ingat Mega Jackson?
Anda tentu juga belum lupa akan kata Megabintang, Mega Sinetron?

Sekarang perhatikan judul di atas, Megawati!
BK artikan Wanita Super karena biasanya kata Mega yang dilekatkan pada kata lainnya adalah untuk melukiskan bahwa sesuatu yang ditempeli Mega itu benar-benar luar biasa!
Rasanya juga, tidak salah Bung Karno member anak perempuannya itu nama Megawati karena pada saat ini Megawati telah membuktikan bahwa dia pantas menyandang nama itu. Walaupun sepanjang Orde Baru dia dikurung, dikerjain, dihimpit, dipinggirkan dan ditutupi (selain berarti sangat luar biasa, Mega juga berarti Awan) dia terus membubung ke Angkasa. Bahkan saat ini Mega nyaris tidak terjangkau oleh mereka yang dulunya suka mengusik-ngusiknya.
Besok, Mega akan “baralek gadang” di Bali dimana banyak orang yang akan datang dan juga banyak yang tidak datang. Banyak yang datang karena diundang dan memang ingin datang. Banyak yang tidak bisa datang karena tidak diundang dan sebenarnya ingin datang.
Megawati,
Yang dulu salah sekarang benar, itu ditanganmu… yang dulu tidak bisa apa-apa sekarang bisa berbuat apa saja, itu juga ada padamu. Dunia telah berbalik, itu ada padamu.
Semoga kau tidak membuat kesalahan berulang karena kau cukup berpengalaman, semoga.

Jl. Buton, Padang-Sumbar, 7 Oktober 1998

Dari kumpulan tulisan Kamaruddin
dalam Buku : Bang Komar – Prediksi, Khayalan,
Pikiran dan Doa-doa.

No comments:

Post a Comment