Wednesday, October 10, 2012

Surat Dari Sahabat


Ujung Sumatera, 10 Desember 1996
Yang hangat sekarang BK adalah mengenai ucapan Pak Harto di Jawa Tengah kemarin, yaitu akan menggebuk orang-orang yang berani mengganggu stabilitas politik di Indonesia. Dan hasilnya… Sri Bintang Pamungkas, Julius Usman mendekam di Ruang Tahanan Kejaksaan Agung dengan cara penahanan yang sangat controversial yaitu dengan mengundang makan kemudian langsung ditahan.
Juga dengan keluarnya buku yang dikarang di Argentina yang berisi tentang kebobrokan Orde Baru yang berakibat dipanggilnya Ali Sadikin ke Kejaksaan Agung dan dimintai keterangan selama 4 jam… ini merupakan suatu rangkaian gerbong ucapan Pak Harto.
Memang diuraikan secara gamblang tentang peranan Sri Roso serta kaki tangannya.
Begitu juga masalah RAPBN saya rasa bagaimanapun DPR kita akan manut saja… lha wong sejak dulu DPR kita tidak pernah mengtak-atik usulan yang diajukan oleh pihak Eksekutif.
Saya sangat miris dengan hal-hal yang demikian karena dengan statemen-statemen Pak Harto yang demikian telah menampilkan kekurang-arifannya… sehingga ucapan-ucapannya disalah artikan oleh anak buahnya sebagai sebuah perintah. Disanalah untuk kepentingan pribadi dan pada pertemuan LKMD se Indonesia di Aceh tanggal 13 Maret yang lalu Pak Harto berkata, “ Bila Pemilu besok ada Golongan Putih, ya silakan saja!”… tercermin dari ucapannya sikap overconfident dan bukan sikap seorang negarawan. Namun saya berharap gerbong itu tidak memakan korban lagi.
Terus… masalah mundurnya Amien Rais dari Dewan Pakar ICMI, menurut saya itu merupakan strategi Habibie guna menuju era Wapres. Kenapa saya berkata demikian, fakta.. Amien Rais dipindahkan ke Dewan Penasehat ICMI. Tujuannya… bila waktunya tiba Amien (bukan si Urdeng) akan dinaikkan ke Posisi Ketua ICMI, pertimbangannya Amien dianggap mampu dan pantas untuk mem-Back Up Habibie karena Amien orang Jogya (ini sangat menentukan), Amien punya banyak massa (Muhammadiyah) dan Amien bisa diterima semua pihak. Lawan Habibie sekarang adalah Harmoko, namun menurut insting saya… Harmoko akan tersandung karena kurang disukai ABRI dan juga orang-orang Pak Dharmono (Sudharmono) di DPP Golkar tidak loyal terhadap Harmoko.
Seperti yang BK lakukan, saya juga mengamati perkebangan menjelang Pasca Soeharto, tapi yang kurang pas karena lawan bicara saya disini kurang sepadan, disini orang lebih suka baca Koran lokal ketimbang Republika, Media Indonesia dan Kompas. Tetapi yang jelas BK meramal dengan betul dan menurut naluri militer saya, posisi Kang Mas Harto memang sedang rentan dalam artian akan terjadi riak-riak menjelang SU 98 dan tampil Putra Mahkota… sekarang saya melihat Kang Mas Harto betul-betul sudah tidak mampu lagi membuat kebijakan-kebijakan politik yang memuaskan rakyat banyak. Dan orang-orang di sekitarnya mulai menanamkan kuku untuk sedikit-demi sedikit menggeser Kang Mas Harto walaupun mereka akan terus berkedok mendukung Kang Mas Harto.
Untuk Pemilu besok pun saya melihat akan terjadi semacam gesekan-gesekan yang akibatnya sunggu luar biasa. Saya kira BK sebagai Calon Raja Ke-5 sudah harus bersiap-siap untuk menerima pengalihan kekuasaan tersebut.
Dan saya akan tidak membuat trik-trik atau move-move apapun sesuai petunjuk BK.

Wassalam,
Ttd
Bung Adi

No comments:

Post a Comment