Saturday, October 13, 2012

Kepada Darah Daging Tanah Airku


Tadi pagi BK mengubungi BA yang berada di Negeri yang penuh darah dan airmata, Aceh. BK terenyuh mendengar cerita dan sikapnya yang ingin berpisah dengan Republik … sedemikian parah-kah rasa marah, benci, muak, curiga yang bergejolak di dalam hati sanubari mereka (orang-orang yang berada di daerah bermasalah atau daerah konflik). BK dapat mengerti, memahami dan memaklumi apa yang mereka rasakan itu walau BK tidak bisa ikut merasakannya.
Tetapi haruskah karena semua itu kita harus memisahkan diri? Bagaimana dengan lagu “Dari Sabang sampai Merouke?”. Bagaimana generasi kita yang masih kecil-kecil yang telah sangat hapal lagu itu bahkan sudah tertanam dalam otak mereka bahwa Indonesia itu dari Sabang sampai Merauke!.
Jika perpisahan itu memang benar-benar terjadi nantinya, kuatkah kita meliaht mereka yang kebingunngan karena lagu berubah syairnya menjadu dari Medan sampai Lombok! Dan mereka tidak pernah lagi menyaksikan dinamisnya Tari Saman di televise. Begitu juga dengan hilangnya Cut Nya’ Dien, Teuku Umar dan Malahayati dari deretan Gambar Pahlawan Nasional yang terpajang di dinding kelas sekolah mereka.
BK sangat sedih melihat keadaan ini, bagaimana pun juga Negeri-negeri itu (Aceh, Maluku, Irian Jaya dan Timor Timur) adalah darah daging dari Tanah Airku Indonesia. Bagi BK, Indonesia adalah dari Sabang sampai Merauke karena BK merasakan itulah yang menyebabkan Indonesia itu besar, bukan karena luasnya tetapi karena keberaneka-ragamnya.
Tidak ada perbedaan di antara kita dan kita punya kedudukan yang sama dalam bagian Indonesia. Mungkin perlakuan-lah yang menyebabkan keadaan menjadi begini. Perlakuan yang berasal dari kelakuan para pemimpin-pemimpin yang tidak becus, yang sombong dan takabur.
Mereka menganggap dengan diamnya Aceh, Maluku, Irian, Timor Timur selama ini… mereka bisa melakukan apa saja yang mereka anggap baik menurut mereka tetapi sebaliknya bagi daerah-daerah tersebut. Mereka memang keterlaluan… mereka tidak ingat pada sejarah atau mungkin sengaja melupakan sejarah bahwa setiap daerah punya peranan penting dalam sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sekarang semua daerah-daerah menganggap seakan-akan tidak ada jalan lain kecuali Merdeka! Dan pemerintah menganggap itu bukan masalah besar!, Masya Allah apakah hati kita telah buta sehingga berpikiran sempit begitu. Sebelum mengambil suatu keputusan kita memang harus memikirkannya matang-matang, tetapi tidak cukup hanya dengan berpikir. Kita juga harus membawa buah pikiran itu jauh kedalam hati yaitu Kalbu. Bukankah ada ajaran yang mengatakan bahwa di dalam tubuh manusia itu ada segumpal darah, kalau darah itu baik maka baik-lah manusia itu, jika darah itu jelak maka jelek-lah manusia itu.
BK bukannya mengatakan mereka (Aceh, Maluku, Irian, Timor Timur dan Riau) jelek karena telah meminta Merdeka, tidak! Dan juga bukannya tidak bersimpati. Tetapi sekali BK katakana sejujurnya terlalu berat rasanya untuk berpisah karena BK telah merasakan betapa indahnya kalau kita tetap bersama. Berjauhan saja hamper tidak kuat menahan rindu apalagi jika sampai berpisah.
Orang bilang sabar itu ada batasnya, mungkinkah pepatah itu yang menjadi dalil atau alas an semua itu? Karena setelah sekian lama diobok-obok lantas mereka berontak? Memang… BK pun akui, teramat banyak dosa yang telah pemerintah buat terhadap Aceh dan lainnya. Dibohongi, diperas, disiksa dan sejenisnya… sampai-sampai sangat banyak oknum TNI-Polri yang disersi sewaktu bertugas di sana. Lari karena tidak kuat untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan perasaanya sebagi manusia. Boleh kita bayangkan… Tentara saja yang telah di-didik/di-latih untuk itu tidak kuat apalagi kita-kita ini.
Begitu juga dengan rasa benci terhadap Orang Jawa… BK juga pernah mendengar dan merekam omongan Hasan Tiro di siaran Radio yang mengatakan “Kami tidak mempunyai masalah dengan Indonesia tetapi hanya denga orang-orang Jawa. BK percaya tidak ada orang Jawa yang berniat menindas orang Aceh… tetapi system-lah yang membuat keadaan seperti itu. Rasanya juga kurang tepat kalau dikatakan semua itu karena tidak adanya keadilan bagi orang Aceh dan lain-lain.
Dalam tulisan BK, Rekayasa Sejarah Part 2… BK telah sampaikan semuanya… dan begitulah keadaan yang akan dialami Indonesia. Prediksi BK tepat… jauh sebelum ini terjadi BK sudah bisa menggambarkan dengan gambling, bahwa pada saat ini terjadi upaya pemisahan dari NKRI, konflik elit politik, perang antar parta dsb, dsbnya…
Dalam tulisan itu BK jelaskan bahwa ,” Kalian telah melupakan sejarah, melupakan tujuan diproklamirkannya kemerdekaan, melupakan dasar Negara dan tidak memakai serta malah menyelewengakan Undang-undang dasar. Kalian terjebak pada kepentingan pribadi kelompok, kepentingan organisasi, kalian terperangkapdalam pertentangan yang berkepanjangan dengan orang-orang yang sama-sama berbendera merah putih!”.
Kalian lebih suka mencari lawan, mecari-cari kesalahan orang lain, mencari keburukan orang lain dan menutup-nutupi kesalahan sendiri. Kalian suka mencari kambing hitam untuk dikorbankan daripada memecahkan masalah.  Siapa sih yang sukan pada keburukan dan kekotoran? Jangankan kekotoran orang lain, kotoran kita sendiri pun membuat kita harus menutup hidung!”.
Jadi begitulah, apa yang terjadi saat ini sudah BK khayalkan 5 tahun lalu! Walau belum separah itu. Dan karena belum parah itu pula BK sampai saat ini belum turun tangan dalam mengatasi masalah ini.

Perawang-Riau, 12 Februari 2001.
Dari kumpulan tulisan Kamaruddin
dalam Buku : Bang Komar – Prediksi, Khayalan,
Pikiran dan Doa-doa.

No comments:

Post a Comment