Friday, September 14, 2012

Exsperience Is The Best Teacher


Exsperience Is The Best Teacher

Pengalaman  adalah guru terbaik! Banyak orang setuju akan pepatah eropah ini. Kenapa? Karena pengalaman adalah suatu bukti nyata atas peristiwa yang telah terjadi pada diri kita atau pun yang dialami orang lain.
Sangat banyak orang mengatakan siksaan ditanga polisi dan kehidupan didalam penjara sangat berat dan menyakitkan tetapi masih saja orang melakukan criminal. Banyak orang mengalami bahwa Hukum Karma itu memang berlaku tetapi masih saja orang melakukan perbuatan nista. Telah banyak contoh bahwa maling atau copet yang tertangkap basah dipukuli rame-rame sampai senaput, tetapi tetap saja ada orang yang berprofesi sebagai maling dan copet.
Juga sering terjadi manusia pezina yang ketangkap basah diarak keliling kampong tetapi masih saja selingkuh itu dilakukan. Kita sama-sama mengetahui bahwa perkosaan itu dikutuk semua umat tetapi kita terus disuguhi dengan berita-berita perkosaan bahkan terhadap anak-anak dan darah daging sendiri.
Sejarah telah mencata bahwa penjajahan ratusan tahun telah membuat bangsa ini mundur, melarat dan bodoh; dictator itu membuat rakyat terpasung; demokrasi terpimpin membuat seseorang menjadi absolute; pemusatan kekuasaan Negara di satu tangan membuat tidak jalannya hukum, hak azasi manusia dan politik. Juga dicatat sejarah bahwa kekuasaan yang telah puluhan tahun bisa ditumbangkan rakyat, bahkan Presiden yang dulunya diagung-agungkan suatu saat dikucilkan dan dihujat rakyatnya sendiri.
Kenapa sih terjadi begitu? Semua tidak terlepas dari rasa egois, nafsu dan rasa percaya diri berlebihan yang dimiliki setiap orang, kelompok bahkan Negara.
Kasus keluarga Acan, Tragedi Bambu Apus (Keluarga Rohadi), kasus Jop Ave dan peristiwa Marsinah adalah bukti nafsu di atas akal sehat; Kedung Ombo, Surat Sakti Mahkamah Agung, Pendeponiran Kasus Danutirto adalah fakta bahwa egois bisa membutakan mata terhadap hukum.
Semua juga bisa disebabkan karena rasa percaya diri yang berlebih-lebihan… ah siapa tahu saya lolos!... belum tentu saya akan jadi korban seperti yang lain!... ah itu kan dia,… kalau saya pasti tidak begitu!
Kita tahu bahwa telah ada orang yang jadi korban tetapi kita masih mecoba karena adanya ketidakpastian. Tidak semua orang mau berguru pada pengalaman oleh sebab itulah sampai saat ini kita masih menemui kesalahan-kesalahan yang berulang, kita masih temui korban-korban dari peristiwa yang nyaris serupa.
Dalam konteks lebih besar, Bangsa Indonesia boleh dibilang Negara yang sangat berpengalaman dalam bidang apapun. Dan Negara kita juga termasuk ke dalam golongan yang tidak mau berguru pada pengalaman. Philipina dan Marcos telah member contoh nbahwa dictator bisa juga ditumbangkan rakyat..! kenapa di sini Diktator itu masih juga dilakukan.
Orang tidak mau berguru pada pengalaman orang lain karena belum merasakannya. Orang lebih percaya pada pengalaman yang telah dialami sendiri, setelah itu kita berusaha menceritakan pada orang lain dengan sungguh-sungguh bahkan memasukkannya ke dalam buku sejarah. Walau kita sadar dan tahu bahwa orang lain tersebut juga sulit percaya sebagaimana kita sulit percaya pada omongan orang lain.
Jadi! Eksperience Is The Best Teacher hanya berlaku apabila telah dialami sendiri.

Bukittinggi – Sumatera Barat 13 Januari 1996


No comments:

Post a Comment